Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peran Dewan HAM PBB terhadap cara-cara yang dilakukan Presiden Rodrigo Duterte dalam menangani para pengguna narkoba. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya peredaran narkoba di Filipina yang terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga Presiden Rodrigo Duterte menyikapi masalah tersebut dengan berbagai cara seperti hukuman mati dan membuat progam Operation Double Barrel yang bertujuan untuk memberantas pengguna narkoba dengan mengirim anggota polisi militer ke setiap rumah-rumah sesuai daftar nama yang telah ada. Melihat peristiwa tersebut, maka dibuatlah pertanyaan penelitian yaitu ?Bagaimana peran Dewan HAM PBB dalam menangani pelanggaran HAM dalam kasus narkoba di Filipina pada masa pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte??.