Abstract :
Proses pengolahan dan penyimpanan ikan sangat penting untuk memastikan
kualitas produk. Pengawetan ikan, termasuk penggaraman, dapat membantu
memperpanjang masa simpannya dengan cara mengurangi kadar air dalam tubuh
ikan dan mencegah pertumbuhan bakteri. Namun, pengolahan ikan asin layang,
yang populer untuk konsumsi domestik dan ekspor, menimbulkan tantangan bagi
industri karena banyaknya produsen. Industri perikanan di Indonesia, terutama
usaha kecil dan menengah seperti Usaha Dagang DMD Jaya Muara Angke,
berjuang untuk mempertahankan kualitas dan efisiensi dalam pengolahan dan
penyimpanan ikan asin layang. Usaha Dagang ini berfokus pada pengolahan ikan
asin layang di Muara Angke, namun mengalami penurunan produksi dari tahun
2022 hingga 2023. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan
rekomendasi untuk optimalisasi pengolahan dan penyimpanan ikan asin layang
guna meningkatkan kualitas produk dan keselamatan konsumennya demi industri
perikanan yang lebih berkelanjutan dan kompetitif di Indonesia.
Digunakan metode studi kasus dengan pengamatan serta wawancara
menggunakan kuesioner. Pengamatan pada penanganan dan penyimpanan ikan asin
layang guna mengoptimalkan efisiensi dan kualitas produk yang dihasilkan,
menganalisis secara langsung efek dari perubahan penanganan dan penyimpanan
terhadap efisiensi dan kualitas produk ikan asin layang dengan analisis data
dilakukan secara deskriptif terhadap alur pengolahan ikan asin dan faktor-faktor
yang mempengaruhi kualitas ikan asin, serta menggunakan R/C ratio pada
perhitungan biaya operasional yang efisien.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan bahwa Penanganan dan
penyimpanan ikan asin layang dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama, ikan
layang beku direndam selama 6 jam agar esnya mencair. Bahan yang digunakan
antara lain bambu, garam grade K2, kardus packing, dan kayu bakar. Kedua, untuk
ikan sedang direbus dengan air dan garam selama 3 menit, sementara ikan besar
hanya direndam selama 2 jam. Garam yang digunakan sebanyak 50 kg untuk 500
kg ikan. Ketiga, setelah penggaraman, ikan dijemur selama 2 hari bawah sinar
matahari, dilindungi oleh plastik saat hujan. Keempat, ikan yang sudah dijemur
disortir, dikemas menggunakan kardus, dan dijual ke distributor. Dalam setahun,
Usaha Dagang DMD Jaya mampu memproduksi 50.400 kg ikan asin layang dengan
distribusi di Jabodetabek dan sekitarnya. Usaha Dagang DMD Jaya tidak melewati
proses penyimpanan dikarenakan ikan yang sudah dikemas akan langsung
dikirimkan ke distributor tanpa penyimpanan di gudang. Faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi kualitas dari ikan asin khususnya pada jenis ikan asin layang,
antara lain: kualitas bahan yang digunakan, proses penanganan, serta kebersihan
selama pengolahan berlangsung. Hasil perhitungan R/C Ratio sebesar 1,59.
Disimpulkan bahwa usaha pengolahan ikan asin Usaha Dagang DMD Jaya sudah
menunjukkan angka yang efisien dikarenakan nilai R/C > 1, dan usaha layak untuk
dijalankan.