Abstract :
Pemerintahan mencanangkan pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur,
tepatnya Kutai Kartanegara pada 2024 mendatang. Halitu diputuskan usai DPR
meresmikan RUU IKN (Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara) menjadi
Undang-Undang. Detik.com sebagai media online besar di Indonesia juga sudah
seharusnya menyajikan berita dan informasi yang objektif dan aktual, dalam hal
ini tidak terkecuali Detik.com dalam menyajikan pemberitaan terkait
pembangunan Ibu Kota Nusantara atau Ibu Kota Negara yang baru yang sedang di
sorot oleh masyarakat Indonesia.
Detik.com menjadi media online yang paling banyak di konsumsi di
Indonesia pada tahun 2022 menurut survey yang dilakukan oleh
databooks.katadata.co.id terhadap 10 media online lainnya. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui tingkat objektivitas media online terhadap
pemberitaan pembangunan Ibu Kota Nusantara pada media online Detik.com
periode Desember 2022.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori objektivitas yang
dikemukakan oleh Westersthall, dimana objektivitas dibagi menjadi dua dimensi,
yaitu dimensi Faktualitas dimensi Imparsialitas. Dimensi Faktualitas terdiri dari
sub dimensi fakta, akurasi, kelengkapan, significance/kepentingan,
timeliness/waktu, magnitude/persentasi, proximlity/kedekatan, dan
prominence/keterkenalan, sedangkan dalam dimensi Imparsialitas, terdiri dari sub
dimensi cover both sides, even headed, non evaluative, dan non sensasional.
Paradigma dalam penelitian ini menggunakan paradigma positivistic
dengan Analisis isi, serta pendekatan penelitian kuantitatif, dengan sifat penelitian
deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan codding sheet
yang telah diberikan penilaian oleh 2 orang codder yang berperan sebagai jurnalis
di media online.
Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa Detik.com dalam
memberitakan pembangunan Ibu Kota Nusantara dapat dikatakan objektif dengan
penilaian pada kelas fakta 95%, kelas akurasi 95%, kelaskelengkapan 5w+1h
70%, kelas kepentingan 80%, kelas waktu 30%, kelas persentasi 65%, kelas
kedekatan 30%, kelas keterkenalan 20%, kelas cover both of sides 85%, kelas
even headed 80%, kelas non evaluative 100%, dan kelas non sensasional 90%.