Institusion
Universitas Satya Negara Indonesia
Author
Pangaribuan, Elfrida Darmawati
Subject
Management (General)
Datestamp
2025-01-20 20:32:44
Abstract :
Dalam meningkatan produktifitas layanan di rumah sakit kinerja perawat
merupakan salah satu perhatian utama untuk melihat baik buruknya kualitas
pelayanan yang diberikan. Selain itu kompensasi, fasilitas kerja, kompetensi yang
baik dapat mendukung kinerja karyawan serta dengan adanya motivasi. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, fasilitas kerja dan
kompetensi terhadap kinerja perawat dengan motivasi sebagai variabel
intervening. Penelitian dilakukan pada perawat di Rumah Sakit Karang Tengah
Medika menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuisioner
skala likert. Data dikumpulkan melalui kuisioner yang dibagikan kepada 64
responden. Hasil penelitian ini menggunakan Explanatory Research. Tehnik
penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik sensus, dimana
seluruh populasi dijadikan sampel. Kemudian dianalisis dengan tehnik jalur (path
analysis), dengan menggunakan Software Partial Lead Square (Smartps
4.1.0.9.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kompensasi (X1) memiliki
pengaruh signifikan terhadap variabel motivasi (Z) dengan nilai koefisien path
sebesar 0,324 dan nilai T-Statistik sebesar 1,723 (lebih besar dari T tabel yaitu
1,65) namun pengaruh kompensasi (X1) terhadap Kinerja perawat tidak
berpengaruh signifikan. Pengaruh tidak langsung kompensasi (X1) terhadap
kinerja dengan di mediasi oleh motivasi tidak berpengaruh signifikan.Begitu juga
dengan variabel Kompetensi (X3) memiliki pengaruh signifikan terhadap Kinerja
perawat dengan nilai koefisien path sebesar 0,545 dan T-Statistik sebesar 3,838.
Di sisi lain, fasilitas kerja (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi (Z)
dan kinerja perawat(Y). Motivasi juga tidak berperan sebagi variabel intervening
dalam hubungan antara variabel independent dan kinerja.Temuan ini
mengindikasikan bahwa peningkatan motivasi perawat dapat dicapai melalui
peningkatan kompensasi dan pengembangan kompetensi, namun tidak secara
langsung meningkatkan kinerja perawat.Implikasi penelitian ini adalah pentingnya
organisasi lebih fokus pada faktor lain yang dapat langsung meningkatkan kinerja
perawat.