Abstract :
Portal media online diramaikan oleh kasus pemerasan dan penculikan yang
dilakukan oleh driver PT Grab Indonesia pada Maret 2024. Kasus ini menimpa seorang
pengguna jasa transportasi online, menyebabkan korban mengalami trauma dan lukaluka. Insiden tersebut menjadi sorotan hingga banyak portal berita online mengeluarkan
opini mereka. Berita yang tersebar pun beragam, mulai dari opini negatif, positif, hingga
netral.
Atas dasar hal tersebut penulis mengambil kasus ini sebagai bentuk penelitian
dengan menggunakan teori Situational Comunnciation Crisis (SCCT), Serta metode yang
akan digunakan dalam penelitian kali ini adalah dengan melakukan penyajian data terkait
pemberitaan dari portal berita online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan
data-data terkait pemberitaan mengenai kasus tersebut.
Pendekatan dalam penelitian kali ini, Penulis meggunakan analisis media
monitoring. Analisis ini penulis gunakan untuk mengumpulkan berbagai macam
pemberitaan dari banyaknya portal berita yang tersbar di internet, Dengan pengumpulan
tersebut penulis dapat menganalisis beberapa berita yang sifatnya sentimental.
Hasil penelitian yang di dapat oleh penulis adalah, Jika pada beberapa portal berita
cendrung kebanyakan menyampaikan berita negatif terhadap PT Grab Indonesia.
Sebetulnya ini merupakan masalah yang ditimbulkan dari mitra nya dan bukan kesalahan
teknis yang dibuat oleh PT Grab Indonesia.
Keismpulan dari penelitian kali ini adalah bahwasannya sebuah berita dapat dengan
cepat memperburuk citra dari suatu organisasi atau Perusahaan. Untuk itu media
monitoring perlu dilakukan oleh humas untuk mendukung pengambilan suatu Keputusan