Abstract :
Film Laura : A True Story Of A Fighter merupakan film bergenre biografi-drama
yang disutradarai oleh Hanung Brahmantyo, yang menceritakan tentang kehidupan
perjuangan laura bangkit setelah mengalami kecelakaan sehingga menjadi lumpuh, dan
percintaan laura dan jojo yang terdapat Toxic Relationship.
Teori yang digunakan dalam peneitian ini adalah Teori Pelanggaran Harapan
(EVT atau Expectacy Violation Theory), proses pertukaran informasi tingkat tinggi
yang berkaitan dengan isi. Oleh karena itu, setiap pelaku komunikasi dapat
menggunakan teori ini untuk menyerang harapan pihak lawan bicaranya, baik dalam
arti positif maupun negatif, tergantung pada suka atau tidak suka masing-masing pelaku
komunikasi. Teori ini konsep yang digunakan dalam komunikasi interpersonal untuk
menjelaskan bagaimana individu merespons pelanggaran norma dan harapan sosial
yang tidak terduga.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, paradigma kritis,
metode penelitian semiotika, sifat penelitian deksriftif dengan Teknik analisis
semiotika Jhon Fiske.
Data yang digunakan penelitian ini diambil dari gambar scene film Laura : A
True Story Of A Fighter, subjek dalam penelitian adalah film Laura : A True Story Of A
Fighter dan yang menjadi objek penelitian yaitu scene film Laura : A True Story Of A
Fighter yang merepresentasikan Toxic Relationship.
Hasil dari penelitian yang didapatkan adalah bahwa dalam film Laura : A True
Story Of A Fighter terdapat makna Toxic Relationship, hal ini dapat mengedukasi
masyarakat untuk menghindari hubungan buruk tersebut, dan mengetahui akibat yang
dapat ditimbulkan Toxic Relationship.