Institusion
Universitas Satya Negara Indonesia
Author
Aji, Taupan Riski Dimas Baruna
Subject
Engineering (General). Civil engineering (General)
Datestamp
2021-11-29 03:53:24
Abstract :
Seiring dengan perkembangan teknologi pemanfaatan kulit kacang tanah yang biasanya hanya di jadikan limbah dapat juga digunakan sebagai arang aktif yang mana banyak digunakan sebagai adsorben pemurnian gas, penyerap logam, permurnian minyak dan penjernihan air. Kulit kacang tanah (Arachis hypogea L) bisa juga di gunakan sebagai arang aktif dengan cara di hilangkan terlebih dahulu kadar air, kadar abu dan kadar iod, kemudian di lakukan aktivasi dengan menggunakan activator. Dalam penelitian ini activator yang di gunakan larutan NaOH dan H2SO4. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui apakah kulit kacang tanah dapat di gunakan sebagai Arang aktif sebagai adsorben kadar ion (Fe) pada
limbah domestik. Dari penelitian yang di lakukan kulit kacang tanah yang di
guanakn sebagai bahan baku pembuatan arang aktif dalam penentuan kadar air
dalam pemanasan 700 0C di dapat hasil 11,62 % dan kadar abu pemanasan 700 0C
di dapat hasil 6,54 % lalu arang yang sudah di panaskan di rendam menggunakan
larutan NaOH dan H2SO4, dengan variasi konsentrasi masing-masing larutan 10%
20% dan 30% kemudian di dapat hasil terbaik dari arang aktif pada activator
H2SO4 dengan konsentrasi 30% dengan hasil kadar abu sebesar 2,13% kadar air
sebesar 0,18% dan kadar iod sebesar 1055,30 (mg/g), arang aktif terbaik pada
larutan H2SO4 30% kemudian di lakukan pengujian kadar ion (Fe) pada limbah
domestik dengan pengujian triplo dan dari hasil di dapan rata-rata sebesar 91,11%.