Abstract :
Ikan badut percula (Amphiprion percula) merupakan salah satu ikan hias laut yang
memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak dibudidayakan dalam sistem akuakultur.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelangsungan hidup (Survival
Rate, SR) dan laju pertumbuhan spesifik (Growth Rate, GR) ikan badut selama
pemeliharaan di akuarium. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan berat,
panjang tubuh, serta kualitas air seperti suhu, pH, oksigen terlarut, dan salinitas.
Ikan badut dipelihara selama 40 hari, dengan pemantauan rutin terhadap pola
makan, tingkah laku, dan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat
kelangsungan hidup ikan badut berada dalam kisaran 85?95%, dengan faktor utama
yang memengaruhi keberhasilan pemeliharaan adalah stabilitas lingkungan
akuarium dan ketersediaan pakan yang cukup. Laju pertumbuhan spesifik yang
diperoleh berkisar antara 2,5?3,5% per hari, menunjukkan adaptasi yang baik dalam
kondisi pemeliharaan.
Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa ikan badut memiliki potensi tinggi
untuk dibudidayakan dalam sistem akuakultur, dengan syarat bahwa kualitas air
tetap terjaga dan manajemen pakan dilakukan secara optimal. Penelitian lebih lanjut
dapat dilakukan untuk mengoptimalkan faktor lingkungan guna meningkatkan
efisiensi pertumbuhan dan daya tahan ikan badut dalam budidaya skala besar.