Abstract :
Ikan patin memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, serta tekstur dan cita
rasa dagingnya yang khas. Namun, terdapat penyakit yang menimbulkan kematian
pada ikan patin yang disebabkan oleh bakteri Edwardsiella yaitu penyakit ESC
(Enteric Septicemia of Catfish) dan MES (Motile Edwardsiella septicemia)
sehingga pertumbuhan dan kelulushidupan ikan patin rendah. Dalam mengatasi
hal tersebut, perlu ditambahkan nutrisi pada pakan ikan patin yaitu dengan
menambahkan tepung daun kelor. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah
satu bahan baku pakan tambahan karena memiliki kandungan nutrisi yang cukup
lengkap dan mengandung provitamin A, vitamin B, vitamin C, dan mineral
terutama zat besi. Pada penelitian ini telah dilakukan pengujian menggunakan
rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan 3 ulangan, antara lain perlakuan P0
tanpa tambahan tepung daun kelor, sementara perlakuan P1 dengan tambahan
tepung daun kelor dosis 2%, P2 sebesar 4% dan P3 sebesar 6%. Parameter uji
dilakukan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan patin.Hasil
penambahan tepung daun kelor pada pakan dengan dosis 6% menghasilkan ratarata pertumbuhan terbaik, yaitu sebesar 11.1 g. Ikan yang diberi tambahan pakan
tepung daun kelor dengan dosis 6% memiliki pertumbuhan panjang mutlak
tertinggi yaitu sepanjang 10.35 cm. Kemudian, pada kelulushidupan benih patin
berbeda nyata antar perlakuan P0, P1, P2 dan P3 dengan nilai > 50% yang
menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor pada pakan mampu
meningkatkan angka kelulushidupan benih ikan patin. Penambahan tepung daun
kelor untuk mengobati infeksi bakteri Edwardsiella pada ikan patin berpengaruh
nyata dan bisa dijadikan obat alternatif