Abstract :
Teluk Bintuni merupakan salah satu perairan yang penting di Indonesia. Yang
cukup kaya akan mineral, minyak, dan gas. Proyek LNG (Liquified Natural Gas)
Tangguh di Teluk Bintuni adalah proyek terkini dalam sejarah proyek eksploitasi
sumber daya alam di belahan Pulau New Guinea. Kegiatan proyek LNG Tangguh
di perairan Teluk Bintuni terdiri dari aktivitas kapal keruk, pembuatan jetty baru,
proses bongkar muat barang, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menentukan hubungan antara pengerukan dan dinamika komunitas keragaman
plankton dan benthos serta mengidentifikasi faktor lingkungan yang mempengaruhi
keragaman plankton dan benthos. Penelitian ini dilakukan di 7 (tujuh) titik stasiun
pengambilan di Expansion Projek LNG Tangguh Teluk Bintuni. Hasil penelitian
ini terdapat variasi komposisi plankton yang signifikan, dengan 22 kelas
fitoplankton, 7 kelas zooplankton, dan 6 kelas benthos teridentifikasi. Indeks
keragaman fitoplankton menunjukkan penurunan dari 2,13 pada kuartal 1 menjadi
1,64 pada kuartal 3 yang menandakan peningkatan tekanan ekologis. Indeks
keragaman zooplankton juga mengalami penurunan bertahap dari 1,09 menjadi
0,95.