Abstract :
Teori dalam penelitian ini adalah Diplomasi dan Gastrodiplomacy, dipilihnya Teori Gastrodiplomacy karena dalam penelitian ini Potensi kuliner sebagai bagian dari budaya setiap negara, jika dikelola secara serius dengan benar dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Disisi lain, pemanfaatan kuliner pun merupakan bagian dari pengembangan potensi ekonomi kreatif negara tersebut. Strategi ini yang dilakukan oleh Taiwan dan Indonesia untuk membentuk citra positif negaranya. Implementasi dari pelaksana pemanfaatan potensi kuliner ini disebut gastrodiplomacy atau diplomasi kuliner.