DETAIL DOCUMENT
PERBANDINGAN UJI ORGANOLEPTIK CUMI (Loligo sp) BEKU HASIL TANGKAPAN KAPAL CAST NET DAN PURSE SEINE DI MUARA ANGKE
Total View This Week0
Institusion
Universitas Satya Negara Indonesia
Author
ADITIN, AMNESTI PUTRI DWI
Subject
Aquaculture. Fisheries. Angling 
Datestamp
2022-07-04 07:34:40 
Abstract :
Indonesia memiliki berbagai macam potensi sumber daya salah satunya adalah cumi. Melalui kegiatan perikanan tangkap, potensi tertangkap cumi hampir diseluruh perairan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia salah satunya yaitu perairan Laut Jawa. Cumi yang ditangkap di perairan Laut Jawa merupakan spesies Loligo sp. Produksi perikanan tangkap yang bersumber dari laut DKI Jakarta dengan jumlah nilai tertinggi berasal dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Muara Angke. Cumi merupakan hasil tangkapan unggulan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Muara Angke. Armada perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara Muara Angke didominasi oleh kapal dengan alat tangkap cast net dan kapal purse seine menduduki peringkat kedua. Cumi beku yang didaratkan kapal cast net maupun kapal purse seine dalam keadaan beku. Pendistribusian cumi sebagai sumber daya sangat strategis baik tingkat nasional maupun internasional. Sebagai upaya untuk mempertahankan jaminan mutu dan keamanan pangan cumi beku, negara Indonesia memiliki jaminan mutu dan keamanan pangan yang tertuang dalam SNI 2731.1:2010 tentang nilai persyaratan mutu dan keamanan pangan cumi beku. Terdapat 4 parameter yaitu sensori/uji organoleptik, cemaran mikroba, cemaran kimia, dan fisika. Uji organoleptik adalah cara penilaian dengan hanya menggunakan indra manusia. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis dan membandingkan kualitas hasil tangkapan cumi beku dari kapal cast net dan purse seine secara organoleptik. Analisis data yang digunakan ialah data primer survei dan wawancara kepada 9 panelis pengawas mutu pemilik kapal melihat dari aspek parameter cumi beku yaitu lapisan es, pengeringan (dehidrasi), dan perubahan warna (diskolorasi). Survei dan wawancara kepada responden di kapal sebanyak 10 orang yaitu kapten dan ABK (anak buah kapal) berdasarkan hasil wawancara tentang hasil tangkapan di kapal, suhu pembekuan dan penyimpanan ruang beku di kapal, daerah penangkapan, bahan alat tangkap, metode pengoperasian alat tangkap, kualitas cumi beku. Hasil Pengujian organoleptik cumi beku hasil tangkapan kapal cast net pada indikator lapisan es mendapatkan nilai 8, pengeringan (dehidrasi) mendapatkan nilai 8, dan perubahan warna (diskolorasi) mendapatkan nilai 8. Hasil Pengujian organoleptik cumi beku hasil tangkapan kapal purse seine pada indikator lapisan es mendapatkan nilai 7, pengeringan (dehidrasi) mendapatkan nilai 7, dan perubahan warna (diskolorasi) mendapatkan nilai 7. Hasil tangkapan cumi beku kapal purse seine maupun kapal cast net telah memenuhi standar SNI dengan nilai organoleptik 7. Hal ini menunjukan semua hasil tangkapan cumi beku memenuhi syarat mutu dan keamanan pangan cumi beku dengan demikian cumi beku hasil tangkapan kapal cast net dan purse seine layak untuk dikonsumsi baik didalam maupun diluar negeri. Perbedaan kenampakan dari cumi beku kapal cast net ialah lapisan es rata, bening, cukup tebal ada bagian yang terbuka 10%, sedikit mengalami pengeringan pada permukaan produk 10%, sedikit mengalami perubahan warna pada permukaan produk 10%. Kenampakan cumi beku kapal purse seine ialah lapisan es tidak rata, bagian yang terbuka sebanyak 20%-30%, pengeringan mulai jelas pada permukaan produk 20%-30%, agak banyak mengalami perubahan warna pada permukaan produk 20%-30%. 
Institution Info

Universitas Satya Negara Indonesia