DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN KLOROFIL-A TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN BELANAK (Mugil cephalus) DI PELABUHAN PERIKANAN TAMBAK LOROK, KOTA SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Satya Negara Indonesia
Author
RAMDHAN, GHITRIF NISFU
Subject
Aquaculture. Fisheries. Angling 
Datestamp
2022-09-29 07:43:44 
Abstract :
Kota Semarang memiliki potensi perikanan di sektor perikanan laut, air tawar, bahkan budidaya. Semarang merupakan ibu kota Jawa Tengah yang terletak di wilayah pesisir Utara Pulau Jawa sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus pemerintah daerah dalam memanfaatkan potensi di sektor perikanan. Ikan belanak (Mugil cephalus) menjadi salah satu komoditas hasil tangkapan terbanyak di TPI Tambak Lorok dengan kapal berukuran <5 GT. Nelayan menggunakan Gill Net atau jaring insang untuk menangkap ikan belanak. Jenis gill net yang dipakai yaitu jenis apung. Dua kapal sopek buatan demak menjadi kapal untuk pengoperasian dalam proses penangkapan ikan belanak untuk satu kali berlayar. Nelayan di Tambak Lorok masih belum memanfaatkan teknologi yang berhubungan dengan pengukuran parameter oseanografi padahal pengukuran parameter oseanografi berdampak terhadap tingkah laku ikan. Keberadaan ikan di perairan dapat diduga dari nilai klorofil-a. Semakin besar nilai klorofil-a, maka semakin besar pendugaan keberadaan ikan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hasil tangkapan ikan belanak (Mugil cephalus) di perairan Pelabuhan Perikanan Tambak Lorok, menganalisis klorofil-a di perairan Pelabuhan Perikanan Tambak Lorok, dan menganalisis hubungan hasil tangkapan ikan belanak (Mugil cephalus) dengan klorofil-a di perairan Tambak Lorok. Metode pengambilan data dilakukan secara survei langsung ke lapangan. Penelitian mengambil data primer dengan wawancara nelayan sekitar yang diketahui wilayah daerah penangkapan dengan luas daerah kurang lebih 25 km². Kemudian data sekunder yaitu data citra satelit Landsat level-1 melalui web USGS Earth Explorer. Analisis data klorofil-a menggunakan ENVI 5.3 yang menggunakan band biru dan band hijau untuk diaplikasikan ke algoritma. Hasil tangkapan rata-rata pertahun terbanyak yaitu tahun 2021 dengan nilai 924 kg dan yang terendah pada tahun 2018 dengan nilai 216 kg. Rata-rata konsentrasi klorofil-a selama 5 tahun di daerah Tambak Lorok sebesar 1,54 mg/m³. Hubungan hasil tangkapan ikan belanak dengan klorofil-a tidak berpengaruh langsung bahkan berbanding terbalik dengan nilai koefisiesn korelasi sebesar -0,10 kemudian nilai koefisienn determinasi sebesar 0,009 yang artinya hubungan hasil tangkapan ikan belanak dengan klorofil-a hanya sebesar 0,9%. Hal ini disebabkan karena ikan belanak yang sudah dewasa memakan detritus atau zooplankton. 
Institution Info

Universitas Satya Negara Indonesia