Institusion
Universitas Islam Negeri Alauddin
Author
Subject
332.041 Modal, Permodalan
Datestamp
2018-12-06 01:45:15
Abstract :
Tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui nilai panrannuangku ditinjau dari expectancy theory dan untuk mengetahui penempatan unsur-unsur pokok kearifan panrannuangku dalam penyusunan alokasi dana desa di Desa Cakura, Kecamatan Polombangkeng Selatan, Kabupaten Takalar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan atas perilaku orang-orang yang diamati. Pendekatan entnografi digunakan untuk memahami sudut pandang penduduk asli terkait penyusunan alokasi dana desa. Melakukan penyandingan unsur budaya atau kearifan lokal panrannuangku dalam penyusunan alokasi dana desa menggunakan paradigma kritis agar bisa memahami karakteristik komunitas ini lebih komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sudut pandang expectancy theory yang menjadikan kekuatan motivasi dalam kinerja tergantung dari hubungan timbal balik antara apa yang diinginkan dan dibutuhkan dari hasil kinerja tersebut beriringan dengan nilai panrannuangku. Pada nilai falsafah panrannuangku yang berarti harapan, didalamnya terkandung harapan masyarakat yang menjadi dorongan kinerja aparat pemerintah desa untuk memperoleh hasil kinerja yaitu harapan aparat itu sendiri. Sedangkan unsur-unsur pokok kearifan panrannuangku yang diantaranya tau nirannuang, tau anrannuang, appakarannu-rannu, assamaturu’, pappasang, dan kacaraddekang pada umumnya berada pada tiga garis besar mekanisme dalam penyusunan alokasi dana desa. Tiga mekanisme tersebut yaitu pra-musyawarah, musyawarah (penyusunan), dan pengambilan keputusan. Maka kesadaran akan penerapan unsur-unsur pokok kearifan lokal ini mampu mendorong aparat lebih tepatguna dan berjalan lurus sesuai dengan tujuan organisasi yang sebenarnya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terkait penyusunan alokasi dana desa.