Abstract :
Pokok permasalahan pada penelitian ini adalah apa sajakah motif penggelapan
dana pajak yang terjadi di kota Makassar?, dan bagaimana penggelapan dana pajak
dalam tinjauan ekonomi Islam?. Dikarenakan banyaknya kasus-kasus pemberitaan
tentang penggelapan dana pajak, dengan cara melaporkan yang tidak sesuai dengan
fakta dan menggelapkan dana pajak, dan terkadang bukan cuman para Wajib Pajak
yang melakukan hal tersebut beberapa pihak pemerintah juga telah melakukan hal
yang sama. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Motif Penggelapan
Dana Pajak di Kota Makassardan untuk mengetahui Penggelapan Dana Pajak dalam
Tinjauan Ekonomi Islam.
Jenis penelitian ini tergolong dalam kualitatif deskriptif, dan data yang
digunakan ada dua jenis, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh
langsung dari hasil wawancara langung dengan pihak-pihak terkait, yaitu para aparat
pajak, masyarakat umum, wajib pajak, serta akademisi pajak. Data sekunder
merupakan data tambahan untuk menambah informasi yang dapat memperkuat data
pokok baik berupa majalah, buku, koran maupun dari website. Tehnik pengumpulan
data pada penelitian ini berupa observasi, wawancara langsung dengan pihak terkait,
dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian tentang motif penggelapan dana pajak di wilayah
kota Makassar dapat ditarik kesimpulan bahwa secara garis besar ada motif yang
mempengaruhi adalah motif fisiologis dan motif sosial, dimana motif fisiologis
dikarenakan faktor kebutuhan ini memicu organisme untuk bertindak atau berperilaku
untuk memperoleh kebutuhan yang diperlukanuntuk melangsungkan eksistensinya
sebagai makhluk hidup dengan cara apapun meski dengan cara yang tidak benar, dan
motif sosial karena adanya rasa ingin diakui dan kebutuhan akan kekuasaan. Sedang
motif lain yaitu rasa kurang percayanya masyarakat kepada birokrasi pajak. Dan pada
dasarnya penggelapan dana pajak dalam tinjauan ekonomi Islam hukumnya haram
dengan termasuk perbuatan yang bathil.