Abstract :
Hasil penelitian menunjukkanbahwakualitas hadis dalam tafsir al-Tabari mencakup tiga kategori, yakni: sahih, hasan dan daif. Dari 26 hadis yang diteliti, hadis sahih ada14, hadis hasan ada 6 dan hadis daif ada 6. Ada dua aspek yang menyebabkan kedaifan riwayat al-Tabari, yaitu: kecacatan periwayatnya dan ketidakbersambungan sanadnya. Dari kecacatan periwayatnya terdapat dua hadis dengan sebab tertuduh meriwayatkan hadis maudu’ dan periwayat yang dinilai daif. Adapun karena ketidakbersambungan sanadnya berjumlah empat hadis. Tiga hadis dinilai mursal dan satu hadis dinilai mauquf. Terkait relevansi antara hadis dengan ayat, dengan menggunakan tiga tolok ukur relevansi menunjukkan bahwa dari 26 hadis yang diteliti, sebanyak 20 hadis dinilai relevan dalam menafsirkan ayat. Kerelevanan hadis tersebut diukur dari kesahihan hadisnya dan kesamaan konten antara hadis dan ayat. Sisanya, 6 hadis dinilai tidak relevan. Ketidakrelevanan hadis tersebut karena kedaifan periwayatnya meski kandungan matannya sejalan dengan makna ayat.