DETAIL DOCUMENT
Peran Lembaga Perlindungan Anak Sulawesi Selatan terhadap Pemberdayaan Anak Jalanan di Kota Makassar
Total View This Week12
Institusion
Universitas Islam Negeri Alauddin
Author

Subject
302.14 Partisipasi Sosial 
Datestamp
2017-05-29 06:29:31 
Abstract :
Skripsi ini membahas tentang Peran Lembaga Perlindungan Anak Sulawesi Selatan dalam Pemberdayaan Anak Jalanan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana keikutsertaan Lembaga Perlindungan Anak Sulawesi Selatan Terhadap Pemberdayaan Anak Jalanan di Kota Makassar, pokok masalah tersebut selanjutnya diuraikan ke dalam beberapa submasalah, submasalah yang pertama ialah bagaimana keikutsertaan Lembaga Perlindungan Anak Sulawesi Selatan Terhadap Pemberdayaan Anak Jalanan di Kota Makassar? Yang kedua Bagaimana faktor pendukung dan penghambat Lembaga Perlindungan Anak Sulawesi Selatan dalam Proses Pemberdayaan Anak Jalanan di Kota Makassar ? Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif, dengan metode pendekatan sosiologis dan pendekatan komunikasi. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi dan library research. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara, alat-alat dokumentasi, alat tulis dan tape recorder. Teknik pengolahan dan analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan pada ata yang telah diperoleh. Hasil penelitian ini menggambarkan tentang keikutsertaan lembaga perlindungan anak sulawesi selatan terhadap pemberdayaan anak jalanan di Kota Makassar. Keikutsertaan Lembaga Perlindungan Anak Sulawesi Selatan yang pertama ialah membangun paradigma pemerintah bahwa anak jalanan bukanlah akar masalah, yang kedua mengingatkan pemerintah untuk membuat kebijakan yang berpihak kepada anak jalanan yang ketiga meningkatkan kapasitas pengelolah anak jalanan yang keempat memberikan jaminan kepada anak jalanan di kota makassar dan kelima memastikan anak jalanan tidak menjadi korban kekerasan. Dalam keikutsertaannya tersebut ada faktor yang mendukung yaitu pemerintah yang senantiasa terbuka dalam menerima saran dan kritikan. Namun adapula beberapa faktor yang menghambat Lembaga Perlindungan Anak Sulawesi Selatan dalam keikutsertaannya. Factor yang pertama adalah pemerintah yang sering menunda pertemuan dengan pihak LPA , factor kedua pengambilan kebijakan belum memperlihatkan konsistensinya dalam menanggulangi permasalahan anak jalanan dan factor yang ketiga adalah kurangnya perhatian pemerintah terhadap anak jalanan. Implikasi dari penelitian ini ialah, pemerintah harus lebih memperhatikan anak jalanan dalam hal penangggulangannya, karena sekuat apapun Lembaga Perlindungan Anak Sulawesi Selatan ataupun lembaga nonpemerintahan lainnya untuk mencoba menanggulangi anak jalanan tidak akan berguna apabila pemerintah yang seharusnya nomor satu atau terdepan dalam menanggulangi anak jalanan sendiri tidak terlalu memperhatikan anak jalanan. Penulis berharap agar penelitian ini dapat memberi pemahaman terhadap pembaca khususnya tentang Peran Lembaga Perlindungan Anak Sulawesi Selatan dalam Pemberdayaan Anak Jalanan Di Kota Makassar. Penulis juga berharap agar penelitian ini dapat berguna sebagai referensi untuk pembaca kedepannya. 

Institution Info

Universitas Islam Negeri Alauddin