Institusion
Universitas Islam Negeri Alauddin
Author
Subject
2X7.2 Dakwah Islam, Penyebaran Islam
Datestamp
2017-05-31 03:56:27
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen takmir masjid Nurul
Iman Batua, model pengembangan dakwah serta peluang dan tantangan takmir
masjid Nurul Iman Batua dalam pengembangan dakwah di Kelurahan Paropo.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan
data yang digunakan antara lain: Metode observasi, wawancara dan dokumentasi.
Analisis datanya menggunakan proses berfikir induktif yaitu dengan
mengorganisasikan hasil-hasil dari pengamatan menjadi suatu rangkaian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen Takmir Masjid Nurul
Iman Batua mencakup beberapa langkah dalam menyusun program berjangka
yang bertujuan melancarkan semua kegiatan yang ada. 1) Perencanaan, adalah
perumusan tentang apa yang akan dicapai dan tindakan apa yang dilakukan dalam
mencapai tujuan pemakmuran masjid. Perencanaan ini dibagi menjadi dua yaitu
perencanaan jangka panjang dan perencanaan jangka pendek. Perencanaan jangka
panjang: pengajian rutin, melaksanaan program TPQ untuk anak dan remaja,
pergantian masa bakti pengurus, pembangunan/ rehabilitasi masjid, santunan anak
yatim piatu, pendidikan pengurusan jenazah, pengelolaan dan penyaluran qur’ban,
pengumpulan dan penyaluran zakat, pertemuan pengurus masjid, pengadaan alatalat
sholat, dan qiyam al-lail. Sedangkan program jangka pendek: pembangunan
masjid, membuat jadwal petugas sholat jumat, pembuatan papan nama masjid,,
pengajian remaja masjid, perbaikan sarana/prasarana ringan, penanganan papan
informasi/ mading masjid. 2) Pengorganisasian, fungsi ini diterapkan untuk
pembagian fungsi, tugas dan tanggung jawab kepada semua pengurus. 3)
Pelaksanaan, fungsi pelaksanaan merupakan upaya membimbing dan
mengarahkan seluruh potensi pengurus untuk beraktivitas sesuai dengan tugas dan
tanggung jawabnya masing-masing. 4) Pengawasan, berfungsi mengawasi
program dan jalan rapat rutin. Adapun model pengembangan dakwah di Masjid
Nurul Iman Batua adalah model pengembangan kualitas Dai dan model
pengembangan melalui lembaga dakwah. Adapun peluang yang sangat berarti
bagi pelaksanaan dakwah Islam adalah penggunaan media teknologi, sedangkan
hambatan dalam pengembangan dakwah yaitu: 1) kurang solidaritasnya
kepengurusan Masjid, b) kadang-kadang terjadi misskomunikasi antara pengurus
masjid. c) ada yang kurang mengerti bagaimana menjalankan organisasi sehingga
menyebabkan kesalapahaman bahkan perbedaan pendapat dalam menjalankan
kegiatan atau program masjid Nurul Iman Batua, d) area parkir sempit.
Implikasi dari penelitian ini diharapkan agar pengelolaan masjid oleh
takmir masjid sebagai wadah pembinaan umat terlaksana dengan baik sehingga
masyarakat memperoleh kesadaran keagamaan khususnya masyarakat di
Kelurahan Paropo Kecamatan Panakkukang Kota Makassar dan dapat menjadi
contoh bagi masjid-masjid lainnya.