Abstract :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh sampel (87.3%) berada pada status gizi normal, dan 12.8% berada pada status gizi tidak normal. Berdasarkan analisis bivariat, menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p =0,037), dan pendapatan (p =0,021) dengan status gizi anak baduta di wilayah kelurahan Kassi-Kassi. Tidak terdapat hubungan antara pendidikan (p =0,106), pekerjaan (p =0,545), besar keluarga (p=0,189), asupan energi (p =0,862), penyakit ISPA (p =0,932), penyakit diare (p =0,653) dengan status gizi anak baduta di wilayah Kelurahan Kassi-Kassi. Untuk mengurangi masalah gizi pada anak baduta maka penulis menyarankan agar para ibu meningkatkan pengetahuan dengan mengikuti perkembangan informasi kesehatan khususnya yang menyangkut anak baduta baik melalui penyuluhan maupun media massa, lebih memperbaiki asupan makanan anaknya sebagai upaya untuk menghindari terjadinya defisiensi zat gizi.