Abstract :
Tesis ini membahas tentang Konsep Ilmu Pengetahuan Mulyadhi
Kartanegara: Kritik Terhadap Sains Positivistik. Masalah pokok yang dibahas adalah
apakah sains atau ilmu pengetahuan itu tidak bebas nilai? yang diurai ke dalam dua
bentuk pembahasan. Pertama, apakah prinsip naturalitas mendasari perkembangan
konstruksi pengetahuan? Kedua, bagaimana konstruksi sains serta kritik pemikiran
Mulyadhi terhadap sains positivistik.
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan tesis ini adalah untuk
memperlihatkan bahwa sains modern tidak objektif dan tidak bebas nilai, sehingga
ilmu-ilmu yang dianggap subjektif seperti metafisika tetap diakui status
keilmiahannya. Tulisan ini bersifat deskriptif yakni melakukan analisis terhadap
pemikiran Mulyadhi Kartanegara khususnya mengenai konsep ilmu pengetahuan
untuk melakukan peninjauan terhadap ketidak objektivan sains.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), untuk
mengurai pemikiran Mulyadhi Kartanegara, digunakan pendekatan metodologi
penelitian filsafat dengan model penelitian historis – filosofis mengenai tokoh.
Metode analisis data menggunakan pendekatan koherensi intern, kesinambungan
historis, deskripsi, komparasi, induksi dan deduksi.
Hasil yang dari penelitian ini menunjukkan adalah bahwa Mulyadhi
Kartanegara menemukan ketidak objektivan dan kenetralan sains. Hal ini
berdasarkan pada kenyataan bahwa seorang ilmuan tidak pernah mampu untuk
melepaskan diri dari unsur-unsur alami manusia seperti konstruksi ideologi, budaya
dan bahkan agama juga turut mengembangkan bangunan ilmu pengetahuan yang
menjadi pondasi peradaban. Mulyadhi Kartanegara mengistilahkannya sebagai
naturalisasi ilmu dengan berbagai bentuknya seperti helenisasi ilmu, kristenisasi
ilmu, islamisasi ilmu dan westernisasi ilmu. Oleh karena sains tidak objektif, maka
ilmu-ilmu yang dianggap subjektif seperti studi metafisiska dapat disejajarkan
dengan sains.