DETAIL DOCUMENT
Konsep Ilmu Pengetahuan Mulyadhi Kartanegara: Kritik Terhadap Sains Positivistik
Total View This Week2
Institusion
Universitas Islam Negeri Alauddin
Author

Subject
190 Filsafat Barat Modern 
Datestamp
2017-06-05 03:52:38 
Abstract :
Tesis ini membahas tentang Konsep Ilmu Pengetahuan Mulyadhi Kartanegara: Kritik Terhadap Sains Positivistik. Masalah pokok yang dibahas adalah apakah sains atau ilmu pengetahuan itu tidak bebas nilai? yang diurai ke dalam dua bentuk pembahasan. Pertama, apakah prinsip naturalitas mendasari perkembangan konstruksi pengetahuan? Kedua, bagaimana konstruksi sains serta kritik pemikiran Mulyadhi terhadap sains positivistik. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan tesis ini adalah untuk memperlihatkan bahwa sains modern tidak objektif dan tidak bebas nilai, sehingga ilmu-ilmu yang dianggap subjektif seperti metafisika tetap diakui status keilmiahannya. Tulisan ini bersifat deskriptif yakni melakukan analisis terhadap pemikiran Mulyadhi Kartanegara khususnya mengenai konsep ilmu pengetahuan untuk melakukan peninjauan terhadap ketidak objektivan sains. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), untuk mengurai pemikiran Mulyadhi Kartanegara, digunakan pendekatan metodologi penelitian filsafat dengan model penelitian historis – filosofis mengenai tokoh. Metode analisis data menggunakan pendekatan koherensi intern, kesinambungan historis, deskripsi, komparasi, induksi dan deduksi. Hasil yang dari penelitian ini menunjukkan adalah bahwa Mulyadhi Kartanegara menemukan ketidak objektivan dan kenetralan sains. Hal ini berdasarkan pada kenyataan bahwa seorang ilmuan tidak pernah mampu untuk melepaskan diri dari unsur-unsur alami manusia seperti konstruksi ideologi, budaya dan bahkan agama juga turut mengembangkan bangunan ilmu pengetahuan yang menjadi pondasi peradaban. Mulyadhi Kartanegara mengistilahkannya sebagai naturalisasi ilmu dengan berbagai bentuknya seperti helenisasi ilmu, kristenisasi ilmu, islamisasi ilmu dan westernisasi ilmu. Oleh karena sains tidak objektif, maka ilmu-ilmu yang dianggap subjektif seperti studi metafisiska dapat disejajarkan dengan sains. 

Institution Info

Universitas Islam Negeri Alauddin