Abstract :
Hasil penelitian menjelaskan bahwa, fungsi perencanaan Pada program P2M dimulai dengan mengidentifikasi masalah, menentukan prioritas masalah sampai menetapkan tujuan dan kegiatan yang ingin di capai hal ini sesuai dengan tahapan perencanaan program pada umumnya. Pengorganisasian dilakukan dalam pembagian tugas kerja yang di rumuskan secara bersama sama sesuai dengan kompetensi masing masing pegawai, namun karena adanya rangkap jabatan di Puskesmas maka dapat di nilai proses pengorganisasian kurang efektif. Kemampuan pimpinan dalam memberikan motivasi dan bimbingan dalam fungsi pergerakan telah di laksanakan. Bentuk pengawasan pada program P2M di Puskesmas Tamangapa hanya melalui via telepon. Serta fungsi evaluasi untuk menilai keberhasilan program yang menjadi tolak ukur dari pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan, dengan melihat standar pelayanan minimal yangasudah di susun. Saran yang di berikan, perlu adanya penambahan jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas dan proses pengawasan yang di perlu di tingkatkan dengan melakukan pemantauan langsung kegiatan untuk melihat kinerja pegawai terkhusus pada program P2M