Abstract :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para guru di Sekolah Menengah Atas
Pondok Pesantren al-Ikhlas Campalagian Polman menerapkan dua bentuk motivasi
yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Penerapan motivasi intrinsik
melalui cita-cita dan pengembangan potensi diri, sedang penerapan motivasi
ekstrinsik melalui pengarahan-pengarahan, konseling, pujian, hadiah dan hukuman.
Dengan motivasi dari para guru, peserta didik berhasil mengukir prestasi di bidang
akademik dan nonakademik pada tingkat kecamatan, kabupaten, propinsi, dan
nasional. Bentuk peranan motivasi guru pada kegiatan akademik meliputi pedoman
belajar, tujuan belajar, kontrol belajar, dan nutrisi. Adapun bentuk peran motivasi
pada kegiatan nonakademik adalah sebagai kekuatan inspirasi, kekuatan
pendamping, dan kekuatan penyeimbang.
Motivasi menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan prestasi
peserta didik di Sekolah Menengah Atas Pondok Pesantren al-Ikhlas Campalagian
Polman. Dengan demikian, hendaknya para guru dapat meningkatkan pemahaman
mereka terhadap motivasi ini agar lebih baik lagi karena kondisi peserta didik akan
selalu berubah sesuai dengan tingkat pembelajaran yang ada dan guru sebagai agen
perubahan sejatinya menjadi orang terdepan dalam mengembangkan kapabilitas
yang dimilikinya sebagai salah satu bentuk manifestasi pengabdian bagi bangsa dan
negara tercinta.