Abstract :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari 19 sahabat yang terdapat
dalam kutub al-tis’ah hanya 10 sahabat yang memiliki kesamaan lafal hadis
sampai mukharrij, meskipun diantara 10 sahabat tersebut masih meriwayatkan
hadis dengan lafal berbeda pada jalur lain. lalu terdapat 87 bentuk matan hadis
tentang berdusta atas nama Nabi dengan merujuk kepada delapan kitab sumber,
kecuali Imam Malik tersebut menjadi dapat disederhanakan menjadi 24 riwayat
dari matan yang berbeda.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah hadis berdusta atas nama Nabi saw.
dengan teks من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار merupakan hadis yang
diriwayatkan 10 sahabat, maka hadis diatas dikategorikan mutawatir lafzi sebab
telah memenuhi persyaratan kriteria hadis mutawatir lafzi, yaitu diriwayatkan
minimal 3 orang atau lebih perawi pada setiap tingkatan tabaqat secara
beriringan. Meskipun hadis diatas memiliki berbagai macam riwayat yang
semakna tetapi tidak mempengaruhi ke-lafzi-an hadis tersebut.
Implikasi dari penelitian ini yaitu: 1) pentingnya mengetahui dan
mempelajari keragaman pendapat para ulama tentang berbagai kaidah hadis; 2)
perlunya para mengkaji hadis menyikapi secara positif perbedaan ulama, mereka
berbeda disebabkan karena berbeda zaman dan juga term mengenai istilah
mutawatir lafzi; 3) dengan adanya pengujian kembali tentang hadis mutawatir
lafz}i, hal ini dapat menjaga dan memelihara istilah dalam metodologi hadis yang
telah disusun secara sistematis oleh ulama kita sebelumnya.