Abstract :
Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan industri makanan dan minuman di dunia, telah banyak digunakan bahan tambahan pangan (kimia dan alami) untuk mengawetkan atau untuk menambah daya tarik konsumen. Dalam rangka menghambat proses kerusakan pangan, oleh beberapa pengusaha digunakan bahan pengawet dan antioksidan sintetis seperti formalin. Pada akhir tahun 2005 dan awal tahun 2006 publikasi tentang penyalahgunaan formalin pada bahan makanan termasuk tahu sangat gencar pada media massa di Indonesia. Dari hasil sampling dan laboratorium di beberapa kota besar di Indonesia diketahui bahwa sebesar 1,91 % tahu mengandung formalin.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan pengawet formalin pada tahu di pasar tradisional Pa’baeng-baeng kota, dengan variabel yang diteliti meliputi Kadungan dan Kadar Pengawet formalin Pada tahu yang di jual di pasar tradisional Pa’baeng-baeng Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan menggunakan uji laboratorium. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan responden (penjual tahu di pasar pa’baeng-baeng Makassar) dengan menggunakan kuesioner dan juga mengambil sampel Tahu yang diuji di Laboratorium.
Hasil menunjukkan bahwa semua sampel tahu tidak menggunakan pengawet formalin. Hal ini dapat disebabkan bahwa ternyata kesadaran produsen sudah cukup baik, dan adanya peraturan pemerintah daerah yang memberi sangsi bagi produsen yang masih menggunakan formalin sebagai bahan pengawet. Produsen ternyata sangat berhati-hati sekali dalam penggunaan formalin ini setelah keluarnya peraturan pemerintah tersebut, sehingga tidak lagi dijumpai formalin pada sampel tahu tersebut.
Melalui penelitian ini, penulis berharap adanya pembinaan secara berkesinambungan dan berkala kepada produsen tahu atau bahan pangan lain di kompleks Pasar Pa’baeng-baeng Kota Makassar.
Karena keterbatasan peneliti tidak meneliti secara langsung produsen/pengusaha tahu. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan memeriksa BTP yang dizinkan namun dalam kadar yang telah ditentukan seperti natrium benzoate.