Abstract :
Penyelenggaraan pelayanan makanan pasien di rumah sakit sudah ada dalam undang-undang dan diatur pada peraturan pemerintah No. 28 tahun 2004 mulai dari perencanaan menu sampai pendistribusian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen pelayanan gizi pasien di instalasi gizi RSUD Pangkep pada tahap input, yang meliputi tenaga kesehatan, sarana dan prasarana. Kemudian pada tahap proses, yang meliputi perencanaan anggaran belanja, perencanaan menu, perhitungan kebutuhan makanan, pemesanan dan pembelian bahan makanan, penerimaan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, pengolahan makanan dan pendistribusian makanan. terakhir pada tahap output yaitu tentang daya terima pasien. jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang manajemen pelayanan gizi pasien di
Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pangkep tahun 2012. Hasil penelitian di RSUD Pangkep menunjukkan bahwa manajemen pelayanan makanan pasien mulai dari tahap input yaitu ketenagaan hanya menitik beratkan pada basic tata boga sebagai pramusaji. Sarana dan prasarana terdiri dari
ruang kepala instalasi, staff, pengolahan, pendistribusian, gudang penyimpanan alat, gudang penyimpanan makanan basah dan tempat penyimpanan bahan makanan kering. Prencanaan anggaran belanja dilakukan enam bulan sebelumnya
dan anggaran bersumber dari pemerintah daerah. Perencanaan menu menggunakan siklus menu 10 hari dengan menggunakan standar resep dan standar bumbu. Perencanaan kebutuhan makanan dilakukan setiap 1 kali dalam seminggu dan jumlahnya ditentukan sesuai kebutuhan kalori pasien dan juga siklus menu.Pemesanan dan pembelian dilakukan dengan cara setengah langsung dengan frekuensi belanja untuk makanan basah dilakukan setiap hari dan makanan kering setiap 1 kali dalam sebulan. Penerimaan bahan makanan dengan melihat daftar barang sesuai pesanan, apabila bahan makanan rusak maka segera digantikan. Penyimpanan bahan makanan terdiri dari dua yaitu tempat penyimpanan makanan basah dan tempat penyimpanan makanan kering. Pengolahan bahan makanan
dilakukan diruang pengolahan dengan menggunakan pedoman menu yang sudah ada. Pendistribusian dilakukan dengan cara sentralisasi. Outputnya adalah ratarata pasien merasa puas dengan pelayanan makanan yang diberikan.