Abstract :
Dalam pelaksanaan proses keperawatan tak pernah lepas dari proses interaksi yang terjadi antara perawat dan pasien sehingga perawat harus menyadari bahwa berkomunikasi yang asertif dalam praktek keperawatan profesional sangat berpengaruh atau membantu pasien dalam proses penyembuhan atau dalam memenuhi kebutuhan dasarnya selama di rumah sakit,yang pada akhirnya dapat menghasilkan suatu tingkat kepuasan tersendiri bagi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi perawat dengan tingkat kepuasan pasien yang dirawat di ruang perawatan bedah RSUD Haji Makassar.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Cara penarikan sampel dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 46 responden. Adapun instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat
signifikan (= 0,05).
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi perawat dengan tingkat kepuasan pasien dengan hasil uji fisher exact
diperoleh nilai p= 0,001 < nilai = 0,05 dengan komunikasi perawat baik, tingkat kepuasan mencapai 78,3% yang merasa puas dibandingkan yang kurang puas hanya 4,3%, sedangkan yang mengatakan komunikasi perawat kurang baik dengan tingkat kepuasan kurang lebih besar yakni 10,9% dibandingkan yang
mengatakan puas hanya 6,5%. Karena nilai p= 0,001 < nilai = 0,05, maka artinya H
ditolak dan Ha diterima atau ada hubungan antara komunikasi perawat dengan tingkat kepuasan pasien.
0
Berdasarkan hasil penelitian, maka perawat perlu mempertahankan sikap keterampilannya dalam berkomunikasi dengan pasien. Hal ini dikarenakan komunikasi berhubungan erat dengan tingkat kepuasan pasien.