DETAIL DOCUMENT
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit ISPA pada Balita di Sekitar Wilayah Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Tamangapa Kota Makassar Tahun 2012
Total View This Week11
Institusion
Universitas Islam Negeri Alauddin
Author

Subject
614.4 Timbulnya Penyakit, Penyebaran Penyakit dan Pengawasan Penyakit 
Datestamp
2017-07-25 07:24:29 
Abstract :
Permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa sajakah yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Tamangapa Kota Makassar tahun 2012. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Tamangapa Kota Makassar tahun 2012. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang bertempat tinggal (berdomisili) di sekitar wilayah tempat pembuangan akhir (TPA) Tamangapa kota Makassar Tahun 2012. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode simple random sampling diperoleh 71 balita sebagai sampel dalam penelitian ini. Istrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Kuisioner, 2) Dokumen berupa KMS, 3) Rollmeter. Data penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan data untuk gejala penyakit ISPA, ventilasi rumah, kamarisasi, kepadatan hunian, kepemilikan lubang asap dapur, keberadaan anggota keluarga yang merokok dan jarak rumah dengan TPA menggunakan kuesioner. Data penderita penyakit ISPA menggunakan KMS. Data luas lantai rumah, luas ruang tidur dan luas ventilasi menggunakan rollmeter. Teknis analisis data menggunakan statistik uji chi-square. Berdasarkan analisis chi-square didapatkan bahwa ada hubungan antara keadaan ventilasi rumah dengan kejadian ISPA pada balita (P=0,002), ada hubungan antara kamarisasi dengan kejadian penyakit ISPA pada balita (P=0,007), ada hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian penyakit ISPA pada balita (P=0,000), tidak ada hubungan antara kepemilikan lubang asap dengan kejadian penyakit ISPA pada balita (P=0,876), ada hubungan antara keberadaan anggota keluarga yang merokok dengan kejadian penyakit ISPA pada balita (P=0,032), dan ada hubungan antara jarak rumah dari TPA dengan kejadian penyakit ISPA pada balita (P=0,040). Berdasarkan hasil penelitian saran yang diajukan adalah perlunya memperhatikan dan menjaga lingkungan sekitar pemukiman, menjaga kondisi dan kebersihan rumah dan saran untuk pemerintah setempat agar lebih memperhatikan masyarakat di sekitar TPA khususnya faktor kesehatan lingkungan. 

Institution Info

Universitas Islam Negeri Alauddin