Abstract :
Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan Breeding Place sebanyak
57 tempat perindukan antara lain 15 rawa-rawa, 7 kolam/sawah/tambak, 15
sungai/parit, dan 20 genangan air. suhu udara dalam rumah penderita pada siang
hari berkisar antara 26C-31,65C sedangkan di luar rumah berkisar antara
26,5C-32,25C dengan rata-rata suhu 27,98C, pada malam hari suhu udara
dalam rumah responden berkisar antara 25,5C-29,6C dan di luar rumah berkisar
25,15C-29, 75C dengan rata-rata suhu 29, 25C. Untuk kelembaban rumah
responden pada siang hari berkisar antara 60%-74% baik di dalam maupun di luar
rumah dengan 63 rumah yang memiliki kelembaban optimal, sedangkan pada
malam hari berkisar antara 61%-78%.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah suhu udara dan kelembaban rumah
penderita malaria klinis di Kelurahan Caile berada pada suhu optimal untuk
pertumbuhan nyamuk, aktivitas nyamuk seperti istrahat maupun aktivitas
menggigit dan menghisap darah.