Abstract :
Skripsi ini membahas tentang “Dampak Pembinaan Keagamaan terhadap Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Takalar”. Adapun pokok permasalahannya yaitu: Bagaimana Dampak pola pembinaan keagamaan terhadap Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Takalar. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua Narapidana yang ada di
Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Takalar sebanyak 84 Narapidana dengan menggunakan teknik purposive sample dengan cara melakukan wawancara kepada Narapidana dan beberapa petugas lembaga, pihak kepolisian, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, identifikasi penyebab munculnya tindak pidana/kriminal memerlukan suatu pendekatan yang komprehensif dan integral, tidak hanya dilihat dari penyebab suatu faktor saja, tetapi harus dilihat sebagai sebuah rangkaian yang saling terkait. Lahirnya sebuah tidak pidana kriminal, baik dilakukan secara perorangan ataupun perindividu tidak lepas dari faktor-faktor seperti faktor psikologis, ketegangan sosial budaya, ekonomi ataupun politik. Pola pembinaan keagamaan yang dilakukan kepada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Takalar, terdiri atas 2 (dua), yaitu pola pembinaan kepribadian meliputi: pembinaan mental, kesadaran berbangsa,
kemampuan intelektual, kesadaran hukum dan pengintegrasian diri di dalam masyarakat. Sedangkan pola pembinaan kemandirian meliputi: ketermpilan usaha mandiri, pengembangan minat dan bakat serta mendukung usaha pertanian dan perkebunan. Adapun dampak pembinaan keagamaan terhadap Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Takalar, yaitu: Dapat menumbuhkan keyakinan pada dirinya bahwa tidak akan lagi mengulangi perbuatan dan dapat membedakan yang baik dan yang benar. Dapat mencegah/mengurangi pengulangan kembali kejahatan. Sebagai penuntun di dalam kegelapan dan
kegelisahan, dan Kebutuhan rohani yang dapat menentramkan batin Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Takalar.