Abstract :
Anak adalah buah hati yang senantiasa didambakan setiap pasangan. Memiliki anak yang sehat dan tumbuh optimal merupakan tujuan orang tua dimanapun. Susu adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar (mammae) baik dari
binatang maupun seorang ibu. Susu formula adalah cairan yang berisi zat yang mati didalamnya, tidak ada sel yang hidup seperti sel darah putih, zat pembunuh bakteri, antibodi, serta tidak mengandung enzim maupun hormon yang mengandung faktor pertumbuhan. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia
tahun 2007 menyebutkan, konsumsi susu formula meningkat dari 15 % tahun 2003 menjadi 30 % pada tahun 2007. Pengumpulan data dilaksanakan di Puskesmas Minasa Upa Makassar mulai tanggal 13 Oktober–30 Oktober tahun 2011 yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian susu formula pada bayi usia 7-11 bulan, jenis penelitian ini adalah Deskriptif dengan pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Populasi penelitian adalah semua ibu yang memiliki bayi umur 7-11 bulan. Sampel yang diperoleh berjumlah 33 bayi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan quisioner dengan cara wawancara langsung dan data sekunder diperoleh dari instansi. Hasil penelitian di peroleh bahwa dari 33 sampel bayi yang di beri susu formula terdapat 20 bayi (60,6%), dan bayi yang di beri susu formula+ASI terdapat 13 bayi (39,4%). Pendapatan keluarga yang cukup terdapat 28 orang (84,8%), dan pendapatan keluarga yang kurang terdapat 5 orang (15,2%). Pengetahuan ibu yang cukup terdapat 22 orang (66,7%), dan pengetahuan ibu yang kurang terdapat 11 orang (33,3%). Pekerjaan ibu yang bekerja terdapat 22 orang (66,7%), dan pekerjaan ibu yang tidak bekerja terdapat 11 orang (33,3%). Melihat masih tingginya pemberian susu fomula pada bayi dibandingkan dengan pemberian ASI ekslusif, maka perlu dilakukan penyuluhan tentang manfaat pemberian ASI ekslusif bagi bayi. Disarankan kepada ibu-ibu yang
memiliki bayi agar tetap memberikan ASI kepada bayinya ketimbang memberikan susu formula, mengingat kelengkapan asupan gizi yang terdapat pada ASI dibandingkan susu formula.