Abstract :
Telah dilakukan skrining senyawa aktif antimitosis hasil fraksinasi ekstrak metanol herba bandotan (Ageratum conyzoides L.) dengan menggunakan sel telur bulubabi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efek antimitosis dari ekstrak herba bandotan menggunakan sel telur bulubabi. 300 gram herba bandotan diekstraksi secara maserasi dengan metanol sebanyak 1 liter selama 3 x 24 jam. Ekstrak yang diperoleh kemudian dipartisi dengan n-heksan hingga diperoleh ekstrak metanol larut heksan dan ekstrak metanol tidak larut heksan. Ekstrak yang diperoleh kemudian diuji efek antimitosisnya menggunakan sel telur bulubabi.
hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol larut heksan mempunyai efek antimitosis yang lebih besar terhadap sel telur bulubabi dibandingkan ekstrak metanol tidak larut heksan. Ekstrak metanol larut heksan difraksinasi dengan kromatografi kolom cair vakum diperoleh 3 fraksi gabungan
yaitu fraksi A, B, dan C. Fraksi B merupakan fraksi teraktif dengan nilai IC 82,87 µg/ml dan diidentifikasi termasuk senyawa golongan flavonoid dan fenol