Abstract :
Desain penelitian ini termasuk penelitian survei deskriptif Metode sampling
yang digunakan adalah accidental sampel. Sampel yang diambil sebanyak 41
responden yaitu pekerja usaha pengelasan di Kelurahan Batua yang menggunakan
gogel. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan
hasil penelitian, diperoleh data bahwa kenyamanan dapat memotivasi pekerja
sebesar 26,8%, keselamatan dapat memotivasi pekerja sebesar 29,3%, kesehatan
dapat memotivasi pekerja sebesar 34,14%, pengawasan pimpinan memotivasi
pekerja sebesar 7,3%, lingkungan sekerja dapat memotivasi pekerja sebesar
36,6% dan pengalaman cedera dapat memotivasi pekerja sebesar 24,4%. Dari
keseluruhan hasil terlihat bahwa yang paling besar kemampuannya untuk
memotivasi pekerja secara kuat adalah melalui lingkungan sekerjanya dan yang
paling sedikit memotivasi secara kuat pekerja untuk menggunakan gogel adalah
pengawasan pimpinan. Dari hasil penelitian ini maka penulis menyarankan antara lain, perlu adanya penyuluhan mengenai pentingnya penggunaan gogel dan peningkatan derajat kesehatan pekerja di Industri non formal dan diadakannya pemeriksaan kesehatan berkala oleh terhadap pekerja baik itu industri formal maupun non formal demi peningkatan produktivitas kerja nasional serta sangat perlu ditingkatkannya pengawasan oleh pimpinan melalui pemberian sangsi untuk memotivasi pekerja menggunakan Kacamata Las (gogel)