Abstract :
Beras hybrid merupakan hasil pengembangan panganan lokal sebagai
alternatif makanan pokok. Pada penelitian ini, bahan yang digunakan adalah
singkong dan labu kuning melalui metode penguliran menggunakan alat pengulir
modifikasi.Tujuan penelitian adalah untuk menentukan komposisi terbaik antara
singkong (manihotesculentra) dan labu kuning (cucurbitamoschata) pada
pembuatan beras hybrid berdasarkan analisis proksimat (kadar air, kadar abu,
kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat, serat kasar), beta karoten, vitamin
C, asam siaida, waktu pemasakan dan kalori. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa beras hybridyang diperoleh dari pencampuran antara singkong (Manihot
esculentra) dan labu kuning (Cucurbita moschata) adalahperbandingan 60 : 40
dengan komposisi: kadar air 7,64%, kadar abu 2,33%,kadar lemak 0,53%, kadar
protein 2,43%, kadar karbohidrat 80,23%,serat kasar 5,4%, vitamin c 22,19%,
beta karoten 0,099%, asam sianida 0,001 %, dengan menggunakan waktu
pengukusan 38 menit, dan kandungan kalori sebesar 333,49 kal,
perbandingan50:50 dengan komposisi: kadar air 6,49%, kadar abu 2,17%,kadar
lemak 0,1%, kadar protein 3,25%, kadar karbohidrat 71,89%,serat kasar 4,6%,
vitamin c 22,09%, beta karoten 0,059%, asam sianida 0,0001 %, dengan
menggunakan waktu pengukusan 38 menit, dan kandungan kalori sebesar 333,49
kal, pencapuran 40 : 60 dengan komposisi: kadar air 7,06%, kadar abu
2,32%,kadar lemak 0,2%, kadar protein 3,54%, kadar karbohidrat 66,79%,serat
kasar 5,3%, vitamin c 22,29%, beta karoten 0,049%, asam sianida 0,0007 %,
dengan menggunakan waktu pengukusan 26 menit, dan kandungan kalori sebesar
283,12 kal, Hasil analisis organoleptik menunjukkan bahwa beras hybrid dapat
diterima oleh panelis, oleh karena itu, singkong dan labu kuning dapat
diaplikasikan sebagai beras alternatif dengan nilai gizi yang tidak kalah dari beras
pada umumnya.