Abstract :
Skripsi ini adalah suatu kajian ilmiah yang membahas tentang Persepsi Masyarakat Terhadap Mahar dan Uang Acara (Dui’ ménré) dalam Adat Pernikahan Masyarakat Bugis di
Desa Watutoa Kec. Marioriwawo dengan menggunakan tinjauan Antropologi Agama. Mahar dalam pernikahan Bugis terdiri dari dua jenis uang serahan, yakni serahan “mahar” (sompa)
dan “uang acara” (Dui’ ménré), dan jumlah besarnya masing-masing uang serahan tersebut memiliki makna yang berbeda. Mahar atau sompa dinyatakan dalam sejumlah nilai perlambang tukar tertentu yang disebut kati. Besaran ini sudah ditentukan secara adat, berdasarkan derajat tertentu, atau sesuai dengan garis keturunan si mempelai wanita. Mahar atau Sompa artinya mas kawin atau mahar sebagai syarat sahnya suatu perkawinan. Pernikahan ideal pada masyarakat Bugis, adalah apabila seorang laki-laki dan perempuan yang mendapat jodohnya dalam lingkungan keluarganya atau disebut dengan pernikahan Endogami, dengan sistem bilateral yaitu pernikahan silang baik dari pihak Ibu maupun pihak Ayah. Oleh karena itu pernikahan ideal dalam masyarakat Bugis ada yang disebut siala massapposiseng, siala massappokedua, dan siala massappoketellu. Adapun tujuan yang ingin di capai adalah ingin mengetahui pandangan masyarakat terhadap mahar dan uang acara dalam pernikahan serta mengetahui pernikahan yang ideal menurut masyarakat Bugis. Sedangkan metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan secara luas persepsi masyarakat terhadap Mahar dan Uang Acara (dui’ ménré) dalam pernikahan secara sistematis dari suatu fakta secara faktual dan cermat.