DETAIL DOCUMENT
Dakwah Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Kota Palopo
Total View This Week17
Institusion
Universitas Islam Negeri Alauddin
Author

Subject
2X7.2 Dakwah Islam, Penyebaran Islam 
Datestamp
2017-04-05 07:22:58 
Abstract :
Masalah pokok yang dikaji dalam disertasi ini adalah bagaimana dakwah pemberdayaan pada masyarakat pesisir kota Palopo. Sub masalah yaitu; bagaimana varian subjek dakwah pemberdayaan pada masyarakat pesisir kota Palopo, bagaimana metode dakwah pemberdayaan pada masyarakat pesisir kota Palopo, dan bagaimana peran subjek dakwah pemberdayaan pada masyarakat pesisir kota Palopo. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif yakni mendeskripsikan hasil penelitian secara verbal. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan religius normatif, sosiologi dan komunikasi. Sumber data yang digunakan ada dua, yakni data primer yang diperoleh langsung melalui wawancara dan data sekunder diperoleh dari sumber yang sudah ada / tersedia. Hasil penelitian: pertama, varian subjek dakwah pemberdayaan pada masyarakat pesisir kota Palopo, antara lain gurutta (kiai), ustaz, mudaris, mubalig, mualim, dai, penyuluh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Kedua, metode dakwah pemberdayaan pada masyarakat pesisir kota Palopo ada empat: 1) dengan bi al-Lisa>n (ceramah) 2) dengan bi al-Qalam (tulisan) 3) dengan bilhal (perbuatan), dan 4) dengan bi al-Siya>si (kebijaksanaan, wewenang dan kekuasaan). Ketiga, peran subjek dakwah pemberdayaan pada masyarakat pesisir kota Palopo dapat dikelompokkan menjadi tiga bidang, yakni a) pemberdayaan di bidang pendidikan, mencakup PAUD Plus (TK/TPA) dan Majelis Taklim, b) dakwah pemberdayaan di bidang spiritualitas masyarakat yang mana NU, Muhammadiyah, kelompok yasinan dan Jamaah Tablig menjadi pelaku utamanya, c) dakwah pemberdayaan di bidang ekonomi keluarga yang melibatkan kelompok dasawisma plus, pengusaha muslim, program pemberdayaan masyarakat melalui kebijakan pemerintah. Implikasi penelitian antara lain: 1) varian subjek dakwah dalam masyarakat pesisir sebaiknya tetap dikembangkan sehingga tidak monoton. 2) metode dakwah yang diterapkan di kalangan masyarakat pesisir kota Palopo sebaiknya merupakan penggabungan keempat metode yakni bi al-lisa>n (ceramah), bi al-qalam (tulisan), bilhal (perbuatan), dan bi al-siya>si (kebijakan). 3) diharapkan peran para subjek dakwah dapat menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat pesisir dalam bidang pendidikan, spiritualitas masyarakat dan ekonomi keluarga. 4) Hendaknya subjek dakwah yang duduk di pemerintahan dan DPRD mengambil bagian penting dalam rangka mengeluarkan kebijakan yang pro kesejahteraan rakyat 

Institution Info

Universitas Islam Negeri Alauddin