Abstract :
Makanan merupakan kebutuhan pokok bagi manusia untuk mendukung kesehatan. Makanan yang dibutuhkan tentunya harus bernilai gizi baik. Selain nilai gizi, hal lain juga akan diperhatikan, seperti cara mengolah, kebersihan penjamah makanan, dan bagaimana makanan tersebut disajikan. Peningkatan mutu makanan di rumah makan tidak terlepas dari peranan penjamah makanan (foodhandler) yang terlibat langsung dalam proses pengolahan makanan yang dikonsumsi oleh konsumen. Penjamah makanan yang kurang sehat atau pembawa kuman penyakit (carier) menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat khususnya konsumen makanan di rumah makan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan penjamah makanan 20,8% atau 5 orang tamat SMP, 79,2% atau 19 orang tamat SMA, dan tidak ada penjamah makanan yang lulusan SD dan Perguruan Tinggi. Tingkat pengetahuan 100% atau 24 orang yang berpengetahuan baik, hygiene perorangan 79,2 atau 19 orang yang hygiene perorangannya baik, dan 20,8% atau 5 orang yang kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan hygiene dan sanitasi makanan oleh penjamah makanan di rumah makan sekitar kampus 1 UIN Alauddin Makassar termasuk dalam kategori baik.