Institusion
Universitas Islam Negeri Alauddin
Author
Subject
616.15 Penyakit pada Darah, Hematologi
Datestamp
2017-08-25 03:59:40
Abstract :
Anemia adalah kondisi dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin dibawah
nilai normal yang dapat disebabkan karena kekurangan zat besi sehingga berdampak pada ibu dan janinya. Anemia pada kehamilan memerlukan perhatian yang serius sehingga kehamilan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Hal inilah yang menjadi latar belakang peneliti mengambil judul “faktor-faktor yang mempengaruhi anemia pada ibu hamil” dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh umur, paritas, kunjungan ANC dan jarak kehamilan terhadap anamia ibu hamil. Dari penelitian yang dilaksanakan dengan jumlah responden 42 ibu hamil diperoleh hasil: umur resiko rendah terdapat 7 orang (31,8%) anemia dan 15 orang (68,2%) yang tidak anemia, sedangkan umur resiko tinggi terdapat 16 orang (80,0%) anemia dan 4 orang (20%) tidak anemia. Paritas resiko rendah terdapat 4 orang (21,1%) anemia dan 15 orang (78,9%) tidak anemia, sedangkan paritas resiko tinggi terdapat 19 orang (82,6%) anemia dan 4 orang (17,4%). Jarak kehamilan resiko rendah terdapat 10 orang (41,7%) anemia dan 14 orang (58,3%) tidak anemia, sedangkan jarak kehamilan resiko tinggi terdapat 13 orang (72,2%) anemia dan 5 orang (27,8%) tidak anemia.
Kunjungan ANC resiko rendah terdapat 14 orang (46,7%) anemia dan 16 orang (53,3%)
tidak anemia, sedangkan kunjungan ANC resiko tinggi terdapat 9 orang (75,0%) anemia dan 3 orang (25,0%) tidak anemia. Kesimpulan dari hasil penelitian ialah menunjukkan terdapat pengaruh umur dengan anemia pada ibu hamil (ρ = 0,002). Terdapat pengaruh paritas dengan anemia pada ibu hamil (ρ = 0,000). Terdapat pengaruh jarak kehamilan dengan anemia pada ibu hamil (ρ = 0,049). Tidak terdapat pengaruh kunjungan ANC dengan anemia pada ibu hamil (ρ = 0,096).