Abstract :
Berdasarkan hasil perhitungan rasio permodalan selama tiga tahun, yaitu
tahun 2006, 2007, dan 2008 bank BNI Syari’ah memperoleh rasio CAR (Capital
Adequency Ratio) sebesar 15,30%, 15,74% dan 13,47% ≥ 8%, sehingga dapat
dikatakan sehat. Rasio KAP (Kualitas aktiva produktif) pada tahun 2006, 2007, dan
2008 sebesar 1,22%, 0,89%, dan 1,92% ≤ 10,35% sehingga dapat dikatakan sehat.
Rasio penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) pada tahun 2006, 2007, dan
2009 sebesar 101,02%, 116,48%, dan 141,36% lebih ≥ 81%, sehingga dapat
dikatakan sehat. Rasio Return On Assets (ROA) pada tahun 2006 sebesar 1,85% ≥
1,22%, sehingga dapat dikatakan sehat, sedangkan pada tahun 2007 dan 2008 sebesar
0,85% dan 1.12% ≤ 1,22%, sehingga dikatakan kurang sehat. Rasio biaya opersional
dengan pendapatan operasional (BOPO) pada tahun 2006, 2007, dan 2008 sebesar
84,79%, 93,04%, dan 90,16% ≤ 93,52%, sehingga dapat dikatakan sehat. nilai Cash
ratio pada tahun 2006 dan 2007 sebesar 6,55% dan 4,32% ≥ 4,05%, sehingga dapat
dikatakan sehat, sedangkan tahun 2008 sebesar 2,57% ≤ 4,05%, sehingga dikatakan
kurang sehat. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) pada tahun 2006, 2007, dan 2008
sebesar 49,98%, 60,64%, dan 68,61% ≤ 94,75%, sehingga dikatakan sehat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Kinerja Keuangan bank BNI Syari’ah
Cabang Makassar sangat sehat. Serta bank BNI Syari’ah cabang Makassar mampu
meningkatkan kinerja keuangan sehingga mampu bersaing dengan bank konvesional.