Abstract :
Dari hasil penelitian ini dipahami bahwa hakikat pesan perdamaian dalam
QS. al-Nisa’/4: 86 dengan menggunakan term tahiyyah pada dasarnya adalah
penghormatan yang mengantar pelakunya untuk memberikan syafa‘ah hasanah
berupa doa, hadiah, memberi rasa aman, dan memperlakukan semua manusia baik
yang disenangi maupun yang tidak disenangi sebagai sosok yang memiliki harga
diri dan hak setara dengan dirinya sebagai manusia berupa ucapan atau perbuatan
yang pada akhirnya terjalin hubungan yang ramah, santun dan harmonis. Adapun
wujud pesan perdamaian dalam QS. al-Nisa’/4: 86 dibagi atas tiga, yakni
perintah untuk memberi tahiyyah, membalas tahiyyah dengan tahiyyah yang
lebih baik dan membalas dengan tahiyyah yang serupa. Dari sini pula dipahami
bahwa implementasi pesan perdamaian dalam al-Qur’an terkait dengan spiritual,
yakni upaya memberikan rasa aman disertai niat untuk mendapatkan rida Allah
swt. dan terkait dengan masalah humanistik, yakni manusia secara keseluruhan
memiliki hak untuk merasakan kedamaian tanpa melihat status sosialnya.