Abstract :
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan
hanya pada faktor aksesibilitas (p=0,002), sedangkan faktor lainnya tidak
berhubungan yaitu dukungan keluarga (p = 0,112), serta faktor pengetahuan
(p=0,643). Tinggi rendahnya pengetahuan lansia tentang posyandu tidak berpengauh
terhadap keaktifan mengikuti posyandu serta keluarga kurang mendukung lansia
mengikuti posyandu seperti halnya tidak mengingatkan jadwal posyandu atau kurang
memfasilitasi lansia mengakses posyandu.
Diharapkan hasil penelitian ini menjadi dasar penetapan
program-program pemberdayaan lansia terutama lansia di komunitas sehingga dapat
mengoptimalkan kesehatan lansia. Kebijakan pemerintah harusnya dapat memberikan
perhatian khusus bagi lansia yang mengalami disabilitas untuk memberikan fasilitas
agar dapat mengikuti posyandu lansia. Rekomendasi peneliti kepada pihak
penyelenggara posyandu lansia yaitu sedapat mungkin posyandu menggencarkan
sosialisasi jadwal posyandu dan mendorong lansia serta keluarga lansia untuk
berpartisipasi dalam posyandu lansia serta posyandu lansia harus membuat lansia
nyaman pada saat menunggu giliran pemeriksaan.