Abstract :
Penelitian ini memfokuskan perhatian pada penentuan harga pokok produksi
dengan menggunakan metode activity based costing dengan tujuan menentukan hasil
yang lebih akurat dan tidak menimbulkan distorsi biaya. Penelitian ini dilakukan
karena metode activity based costing merupakan perbaikan dari metode akuntansi
biaya tradsional. Penelitian ini diharapkan dapat memperbaiki ketepatan perhitungan
biaya produk, yang secara signifikan memperbaiki pengambilan keputusan pihak
manajemen Perum Perumnas Regional VII Makassar.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptifkomparatif.
Dalam mengumpulkan data tersebut menggunakan wawancara, studi
pustaka, studi dokumentasi, dan internet searching. Pengumpulan data dalam
penelitian ini dilakukan dengan cara turun langsung ke lokasi penelitian dan
mengumpulkan data berupa laporan perusahaan yang terkait dengan penetapan harga
pokok produk.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode activity based costing
memberikan hasil yang lebih besar (over cost) untuk produk RS.36/98 KPL (-4,58%)
dan RS. 45/105 TGL (-1.17%) sedangkan produk RS. 45/105 KPL memberikan hasil
yang lebih kecil (under cost) (8,73%). Perbedaan yang terjadi antara harga pokok
produksi berdasarkan metode tradisional dan metode activity based costing
disebabkan karena pembebanan biaya overhead pabrik pada masing-masing produk.
Dengan menggunakan metode activity based costing dapat meningkatkan mutu
pengambilan keputusan sehingga dapat membantu pihak manajemen memperbaiki
perencanaan strategisnya.