Abstract :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pemahaman santri terkait praktek tradisi ma’baca Yasin di Makam Annangguru Maddappungan, memiliki beberapa bentuk pemahaman, yaitu: tawassul, mengingat mati, menunaikan hajat, dan menolak bala. 2) Tradisi ma’baca Yasin di Makam Annangguru
Maddappungan, dalam pandangan al-Qur’an tidak terdapat kontradiski hingga sampai melarang, bahkan tidak sedikit hadis-hadis Nabi saw. yang mendukung serta menganjurkan untuk membaca Yasin dalam kondisi maupun keadaan tertentu. 3) Tradisi ma’baca Yasin di Makam Annangguru Maddappungan berimplikasi pada santri, yakni mampu membentuk kepribadian berlandaskan nilai-nilai qur’ani serta mampu menjadikan media dakwah untuk memperkuat karakter spritual masyarakat