Institusion
Universitas Islam Negeri Alauddin
Author
Subject
371.3 Metode Belajar Mengajar, Kegiatan Belajar Mengajar
Datestamp
2017-10-25 01:59:09
Abstract :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Manajemen pembelajaran pendidikan agama Islam dalam menciptakan siswa aktif di MI No. 2 Bajoe Kabupaten Bone dimulai dengan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran serta penilaian pembelajaran. Metode Active Learning yang
digunakan dalam pembelajaran PAI adalah metode ceramah, metode penugasan, metode diskusi, dan metode games. Metode yang diterapkan guru dalam pembelajaran tidak sesuai dengan acuan prosedur pelaksanannya, dengan kata lain penerapan metode tersebut tidak maksimal. Penyebab tidak sesuainya penerapan metode dengan acuan prosedur pelaksanaan pembelajaran aktif karena, pertama, metode tersebut digunakan secara campur, kedua, guru mempunyai persepsi yang
berbeda berkenaan dengan penerapan metode. Meskipun demikian, metode tersebut cukup mampu membuat siswa tertarik dengan pembelajaran PAI sehingga dalam kegiatan pembelajaran di kelas menjadikan siswa lebih aktif dalam kegiatan
pembelajaran daripada menggunakan metode konvensional. 2) Adapun faktor pendukung dan penghambat implementasi manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MI No. 2 Bajoe Kabupaten Bone adalah: a) Faktor pendukung dalam implementasi manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MI No. 2 Bajoe Kabupaten Bone dari guru, sarana dan prasarana, seperti kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran, kemampuan guru dalam membuat alat peraga
serta menggunakan media pembelajaran teknologi dan sikap serta perilaku guru. b) berasal dari guru dan siswa. Faktor penghambat seperti guru kurang maksimal dalam menerapkan metode pembelajaran yang ada. Selain itu guru juga kurang
mampu berkreasi dalam metode pembelajaran yang diterapkan dan mengoptimalkannya. Sedangkan faktor penghambat dari siswa seperti, kurangnya minat belajar siswa, kemampuan berbahasa siswa dalam berkomunikasi masih di bawah rata-rata dan sebagian siswa belum lancar membaca dan menulis huruf alQur’an. 3) Upaya solutif yang ditempuh untuk mengatasi faktor penghambat implementasi manajemen pembelajaran PAI, dari pihak sekolah dalam meningkatkan mutu profesionalisme guru dengan memberikan pelatihan metodologi pembelajaran PAIKEM, pelatihan pembuatan alat peraga sederhana, pelatihan komputer, dan lesson study. Sedangakan upaya yang dilakukan terhadap siswa yaitu dengan terus menerus memberikan motivasi kepada siswa, menggunakan komunikasi bahasa ibu dalam proses pembelajaran dan memasukkan mata pelajaran muatan lokal yaitu BTHQ untuk membantu siswa yang belum lancar membaca dan menulis huruf al-Qur’an.