Abstract :
Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa akar pemikiran politik K.H. Abdurrahman Wahid sesungguhnya didasarkan pada komitmen kemanusiaan dalam ajaran Islam. Dalam pandangan Gus Dur, komitmen kemanusiaan itu dapat digunakan sebagai dasar untuk menyelesaikan tuntutan persoalan utama dalam kiprah politik umat Islam pada masyarakat modern dan pluralistik seperti di Indonesia. Adapun berbagai peran yang dilakukan Gus Dur dalam kancah perpolitikan Indonesia yakni: perannya di saat menjabat sebagai ketua PBNU, berhasil melakukan pemurnian NU sebagai organisasi agama dan mempelopori pengakuan terhadap pancasila, dan pelopor pendiri Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) serta merintis Forum Demokrasi (Fordem). Perannya terhadap PKB, dengan menggunakan ketokohan dan popularitas seorang Gus Dur serta pemberian restu Gus Dur sebagai ketua PBNU terhadap PKB maka partai ini dapat mendulang keberhasilan dalam pemilu 1999. Serta perannya sebagai presiden RI yang hingga saat ini dapat tetap dinikmati adalah pribumisasi dan dekonsentrasi TNI dan Polri.