Abstract :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penggunaan Bahasa Makassar sebagai media penyampaian dakwah di Pulau Satando sangat urgen. Hal ini disebabkan masyarakat pulau Satando yang bersuku Makassar memang menjadikan bahasa Makassar sebagai bahasa utama dalam proses komunikasi dengan interaksi. Sebagai bahasa utama maka urgensinya berkenaan dengan pemahaman dan pemaknaan masyarakat terhadap materi yang disampaikan oleh para dai, (2) Efektifitasnya penggunaan bahasa Makassar dalam pelaksanaan dakwah di Pulau Satando berkenaan dengan kemampuan masyarakat dalam menerima dan memahami pesan-pesan dakwah dan para dai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lebih mudah memahami apa yang disampaikan dai dengan menggunakan bahasa Makassar dibandingkan dengan menggunakan bahasa Indonesia.