Abstract :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Qur’an cenderung menggunakan beragam term dalam mengungkapkan silat al-rahim, seperti: silat, al-arham dengan berbagai derivasinya, al-qurba dengan bentuknya, dan al-ihsan. Silat al-rahim dalam al-Qur’an tidak hanya terpaku pada berlangsungnya interaksi, tetapi harus berpijak pada prinsip kejujuran dan keadilan, komunikasi dengan santun, keterbukaan dan saling memaafkan, kasih sayang dan kecintaan. Dalam perwujudan silat al-rahim dilakukan dengan beragam sarana, seperti melalui harta, sikap dan perbuatan, serta bahasa verbal. Urgensi silat al-rahim dalam al-Qur’an ada yang bersifat duniawi maupun ukhrawi. Manfaat duniawi adalah merekatkan kecintaan dengan kaum kerabat, membangun keharmonisan satu sama lain Sementara manfaat ukhrawi yaitu: menjadi sarana peningkatan derajat ketakwaan dan keimanan dan mendapatkan balasan surga. Sementara akibat buruk memutuskan silat al-rahim adalah: mendapatkan laknat, tidak diterima pahala amalannya, dan dihalangi masuk surga.