Abstract :
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : Pola relasi yang terbangun antara pemuda karang taruna “Sejati” dengan pemerintah desa alenangka adalah sebuah pola relasi antar lembaga dan pola relasi sepihak. Dimana dalam hal ini pola relasi antar lembaga sangat baik karena di
dasari dengan asas kekeluargaan, namun disisi lain karang taruna “Sejati’ ini
belum mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat karena pro terhadap
pemerintah tetapi kontra dengan masyarakat sedangkan pola relasi sepihak sangat
tidak baik karena di dalam anggota Karang Taruna “Sejati” terdapat konflik
internal serta adanya segelintir anggotanya yang di fungsikan oleh kepala Desa
setempat. Berdasarkan Pendekatan berbasis kapasitas asset sehingga dalam
lingkungan masyarakat pasti memiliki sesuatu yang dapat di berdayakan
berdasarkan potensi dan aset yang di miliki. Hanya saja kesadaran akan potensi
tersebut sering kali tertutupi oleh tekanan yang ada dan juga keengganan untuk
bangkit dari titik nyaman yang selama ini telah menjadi kebiasaan yang mereka
lakukan sehingga adanya ketidak sesuaian dari pola kerja karang taruna “Sejati”
yang ada di kabupaten sinjai khususnya di desa Alenangka padahal mereka
memiliki peran yang sangat penting untuk melakukan suatu perubahan hanya saja
mereka masih kurang kesadaran dari masing-masing anggota karang taruna
“Sejati” yang mana apabila mereka dapat bersatu maka dapat tercapainya tujuan
yang diinginkan secara efektif dan efisien.