Abstract :
Sampah merupakan buangan dari aktifitas masyarakat, termasuk kemasan
kaleng minuman bekas. Kaleng mengandung aluminium sekitar 1.60 % sampai
15.80% yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan tawas sebagai bahan baku.
Tawas merupakan garam terhidrat yang banyak digunakan dalam industri
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi KOH (kalium hidroksida)
yang optimum terhadap jumlah tawas yang dihasilkan dan menentukan kualitas
tawas sintesis yang dihasilkan dari limbah kaleng bekas minuman. Penelitian ini
meliputi preparasi, pelarutan, destruksi, pengendapan tawas pencucian dan
pengeringan. Variabel konsentrasi KOH yang digunakan yaitu 20%, 30%, dan
40%. Penetuan kadar air dan zat organik dilakukan dengan metode gravimetri,
dan analisis kandungan tawas dengan menggunakan X-RD. Hasil dari penelitian
ini diperoleh kandungan tawas sintesis adalah potasium aluminium bis (sulfate)
dodekahidrat (AlH
2
KO
20
S
2
) sebanyak 93.2%. Jumlah tawas terbanyak diperoleh
pada KOH 30%. Kadar air tawas sintetik rata-rata yaitu 0.31% dan zat organik
tidak larut air sebanyak 0.39%.