Abstract :
Skripsi ini membahas tentang “Manajemen Pengadaan Koleksi Bahan Pustaka di
Perpustakaan SMP Negeri 2 Sinjai Tengah” Dimana yang menjadi permasalahan adalah
Bagaimana manajemen pengadaan koleksi bahan pustaka di SMP Negeri 2 Sinjai Tengah dan
apa saja faktor penghambat dalam pengadaan koleksi bahan pustaka di SMP Negeri 2 Sinjai
Tengah.
Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui manajemen pengadaan koleksi bahan
pustaka di SMP Negeri 2 Sinjai Tengah, dan untuk mengetahui faktor penghambat pengadaan
koleksi bahan pustaka di SMP Negeri 2 Sinjai Tengah.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data
dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yang terdiri atas, kepala perpustakaan, staf
perpustakaan, kepala sekolah dan sumber data sekunder yang terdiri dari buku, dokumen,
hasil penelitian yang ditemukan secara tidak langsung serta hal lain yang dianggap dapat
mendukung hasil penelitian. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan
dokumentasi. Instrument penelitian ini menggunakan panduan observasi, pedoman
wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan data dan analisis data melalui tiga
tahap, yaitu mengumpulkan data, menganalisis data dan interpretasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengadaan koleksi bahan pustaka
di SMP Negeri 2 Sinjai Tengah dilakukan dengan 2 sistem pengadaan koleksi, yakni,
pembelian dan sumbangan atau hadiah tidak atas permintaan, yang melalui beberapa proses,
diantaranya, Pengusulan dari pihak sekolah, pihak perpustakaan menentukan skala prioritas
pembelian 20%:80%, kemudian melakukan pembelian langsung ke penerbit atau toko buku.
Untuk proses sumbangan atas tidak permintaan, tidak melalui proses pengusulan ataupun
penentuan skala prioritas akan tetapi, menerima koleksi sesuai dengan yang disumbangkan.
Faktor penghambat yang dihadapi dalam pengadaan koleksi bahan pustaka di perpustakaan
SMP Negeri 2 Sinjai Tengah adalah minimnya pengetahuan pengelola perpustakaan
mengenai manajemen pengadaan koleksi, anggaran dana yang tidak memadai, tidak adanya
pengadaan melalui bentuk tukar menukar, serta tidak adanya kerja sama yang jelas dengan
lembaga sosial dalam penyaluran buku-buku gratis. Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan perubahan kebijakan koleksi perpustakaan dalam manajemen pengadaan koleksi
bahan pustaka, serta perlu diadakannya pendidikan dan pelatihan dasar kepustakawanan.