Institusion
Universitas Islam Negeri Alauddin
Author
Subject
534.2 Transmisi Bunyi, Penyebaran Bunyi, Transmisi Suara, Penyebaran Suara
Datestamp
2017-04-20 07:06:44
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nilai koefisien
penyerapan bunyi bahan akustik dari pelepah pisang, eceng gondok, rak telur (egg
tray) dan campuran dengan konsentrasi sampel berbeda, dan untuk mengetahui
hubungan frekuensi sumber bunyi terhadap koefisien penyerapan bunyi bahan
akustik. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu membuat material akustik
dengan variasi perbandingan komposisi sampel yang berbeda-beda serta pengambilan
data nilai koefisien penyerapan bunyi. Besanya nilai frekuensi sumber bunyi yang
digunakan dalam penelitian sebesar 125 Hz, 250 Hz, 500 Hz, 1000 Hz dan 2000 Hz.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pengaruh nilai koefisien penyerapan
material/bahan akustik dari pelepah pisang, eceng gondok dan rak telur (egg tray)
menunjukkan bahwa material yang terbuat dari pelepah pisang, eceng gondok dan rak
telur (egg tray) dapat menyerap bunyi. nilai koefisien penyerapan material/bahan
akustik dari pelepah pisang, eceng gondok dan rak telur (egg tray) menunjukkan
bahwa material yang terbuat dari pelepah pisang, eceng gondok dan rak telur (egg
tray) dapat menyerap bunyi. Nilai koefisien penyerapan bunyi yang tertinggi masingmasing pada dinding akustik yaitu pada pelepah pisang adalah 0,153 pada frekuensi
2000 Hz dengan komposisi bahan 50 % : 50 %, pada eceng gondok adalah 0,103
pada frekuensi 2000 Hz dengan perbandingan 50 % : 50 %, pada rak telur adalah
0,153 pada frekuensi 2000 Hz dengan perbandingan 50 % : 50 %. Sedangkan untuk
nilai koefisien penyerapan bunyi tertinggi pada pencampuran bahan pelepah pisang,
eceng gondok dan rak telur adalah 0,193 pada frekuensi 2000 Hz dengan
perbandingan 40 % : 25 % : 25 % : 10 %. Berdasarkan nilai koefisien penyerapan
bunyi tertinggi pada masing-masing bahan maka yang memenuhi standar ISO 11654
adalah bahan pelepah pisang, eceng gondok, rak telur dan campuran. Dimana suatu
bahan dikatakan dapat menyerap bunyi dengan baik yaitu apabila koefisien
penyerapan bahan akustik minimal 0,15. Hubungan pemberian frekuensi terhadap
koefisien penyerapan bahan akustik yaitu bahwa pada pemberian frekuensi diatas
2000 Hz yang diberikan maka semakin besar nilai koefisien penyerapan bunyi pada
bahan akustik.